Hari Dokter Indonesia

Hari Dokter Indonesia, Sejarah dan Perkembangannya di Indonesia

Selain ada hari bakti dokter Indonesia, pada tanggal 20 Mei, kini juga ada hari Dokter Nasional pada tanggal 24 Oktober. Peringatan ini merupakan bentuk apresiasi masyarakat terhadap hari dokter Indonesia. keberadaan dokter berperan dalam menjawab tantangan pada kebangkitan nasional.

Profesi seorang dokter ini sangat mulai dalam menjaga kesehatan. Nah, dengan adanya peringatan ini bisa menjadi pengingat dan penyemangat pada dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

Asal Usul Peringatan Hari Dokter Indonesia

Peringatan Hari Dokter Indonesia pada awalnya dikaitkan dengan hari berdirinya Ikatan Dokter Indonesia. Berdirinya IDI menunjukkan adanya sebuah perkembangan akan kemandirian kumpulan dokter Indonesia dari bayang-bayang penjajah.

Sebelum ada IDI, sebenarnya sudah ada perkumpulan dokter Hindia Belanda pada tahun 1911. Kemudian 15 tahun kedepannya berganti Asosiasi Dokter Indonesia. Perubahan nama ini menunjukkan adanya kesadaran akan dokter pribumi akan jiwa nasionalisme.

BACA JUGA:  Harga Minyak Goreng Mahal? Begini Jawabannya

Pasca kemerdekaan Indonesia, para dokter teurs berjuang semakin kuat. Perjuangan ini bertujuan untuk mendirikan perkumpulan dokter Indonesia. Terjadilah rapat muktamar pada tanggal 22 sampai 25 September 1950 di Deca Park yang kini menjadi kawasan Monas. Pada rapat tersebut telah dihadiri 181 dokter Indonesia.

Rapat tersebut melahirkan perkumpulan dokter Indonesia yang diberi nama IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dengan Sarwono Prawirohardjo sebagai ketuanya. Demi melengkapi dasar hukum yang sah pihak pengurus R, Soeharto menghadap ke notaris R Kadiman. Nah, dengan demikian perkumpulan dokter sudah memiliki legalitas yang sah.

Setelah mendapatkan legalitas yang sah, maka sudah ditetapkan sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia pada tanggal 20 Mei. Peringatan ini dimulai sejak tahun 2008 dan untuk hari dokter nasional ditetapkan pada tanggal 24 Oktober.

Selain menjadi ujung tombak untuk memperjuangkan kesehatan masyarakat juga berperan penting dalam terbentuknya Republik Indonesia. Sejak awal para dokter sudah terlibat dalam partai politik dan berbagai asosiasi. Selain menjadi dokter mereka juga menjadi aktivis dan penulis.

BACA JUGA:  Download Aplikasi Cek Bansos 2022, Cara Mudah Dapatkan Bansos

Para tokoh dokter yang berperan dalam pergerakan nasional adalah Cipto mangunkusumo, Sutomo, Wahidin Sudirohusodo, Abdul Rivai, Bahder Djohan, dan Rajiman Wedyodiningrat. Peranan ini dimulai sejak kelahiran Budi Utomo 20 Mei 1908. Hadirnya Budi Utomo adalah untuk mencapai kehidupan bangsa Indonesia yang lebih baik. Sejak saat itu Indonesia butuh taraf pendidikan yang terbaik untuk masyarakat.

Hari Dokter Indonesia Mengingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan

Memperingati Hari Dokter Indonesia mengingatkan kepada semua lapisan masyarakat betapa pentingnya menjaga kesehatan. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara yang aman dan sehat.

Terlebih di masa pandemi seperti saat ini semua masyarakat harus menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal. Jadi dibutuhkan peranan aktif dan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan.

BACA JUGA:  Begini Sejarah PLN dan Hari Listrik Nasional

Di masa pandemi seperti saat ini bersepeda menjadi aktivitas olahraga yang paling banyak diminati. Bersepeda bisa mengobati kejenuhan dan kebosanan saat harus ada di rumah. Dokter berperan untuk mengontrol kesehatan masyarakat agar tidak jatuh sakit.

Dokter berperan sebagai profesi mulia untuk memberi pertolongan dan kesembuhan bagi masyarakat yang sakit dengan sepenuh hati. Kemajuan profesi dokter dalam memberikan pelayanan medis dan pendidikan menjadi tolok ukur kemajuan bangsa Indonesia.

Profesi dokter tidak hanya untuk mengabdikan diri untuk bidang kesehatan, tetapi juga memberikan pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan. Sehingga untuk mewujudkan itu semua para dokter Indonesia memiliki kode etik Kedokteran Indonesia.

Demikianlah penjelasan mengenai pentingnya Hari Dokter Indonesia. Dokter memiliki peranan penting dalam bernegara, dan memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sebagai dokter tidak boleh mengabaikan kesehatan diri sendiri agar bisa bekerja melayani masyarakat dengan baik.