4 Cara Dapatkan Cuan dari Janda Bolong dan Tanaman Hias

4 Cara Dapatkan Cuan dari Janda Bolong dan Tanaman Hias

Di masa pandemi seperti sekarang, tanaman hias seperti janda bolong jadi primadona banyak orang. Karena rasa jenuh dan bosan saat melakukan WFH di rumah, tanaman yang juga disebut monstera adansonii variegata ini menjadi primadona untuk dirawat. Selain monstera, beberapa tanaman hias lain seperti famili aglaonema, syngonium dan lidah mertua sebenarnya cukup populer. Namun jika dilihat dari harganya, janda bolong memang merupakan tanaman hias yang paling berharga.

Investasi Tanaman Hias

Meski banyak yang mengatakan meroketnya harga tanaman hias hanya tren sementara, tak sedikit orang kemudian berinvestasi. Menurut financial planner dari Educational Plan Partners (MRE), Andi Nugroho menyatakan bahwa berinvestasi tanaman hias merupakan sesuatu yang menjanjikan asalkan mampu memperhatikan hal-hal tertentu.

“Ya, bisa jadi alat investasi baru yang lagi nge-trend. Kalau ditanya bisa untung atau tidak? Ya bisa. Tapi harus hati-hati, harus bijak,” kata Andi.

BACA JUGA:  Harga Minyak Goreng Mahal? Begini Jawabannya

Menurut Andi, keuntungan investasi tanaman hias ini kini bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari harga beli. Apalagi jika tanaman yang Anda investasikan langka, maka harga atau nilainya bisa naik berkali-kali lipat. Nah, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh siapa saja yang akan atau sedang berinvestasi tanaman hias.

Investasi Jangka Pendek

Menurut Andi, Janda Bolong dan tanaman hias yang sedang naik daun kini tergolong investasi jangka pendek. Hal ini disebabkan melonjaknya harga tanaman hias didorong oleh tren yang berkembang. Karena mengikuti tren, investasi ini tergolong jangka pendek. Karena merupakan investasi jangka pendek, akan ada masa atau masa di mana popularitas dan harga tanaman hias ini meredup.

“Kalau mau masuk investasi ini bisa, tapi hanya dalam jangka pendek, karena sejak pandemi ini ada beberapa hal yang trending dan bisa mendatangkan keuntungan, tapi ketika pandemi selesai belum tentu,” kata Andi. .

BACA JUGA:  Bongkar Habis, Tips Trading Forex ala Trader Legend George Soros

Selain tanaman hias, investasi jangka pendek ini juga terjadi pada saat trend batu akik, ikan arwana dan lain-lain. Tujuan lain dari investasi jangka pendek ini adalah bersifat musiman dan hanya tersedia pada waktu-waktu tertentu.

Langkah cepat

Karena bersifat musiman dan investasi jangka pendek, Anda yang ingin mendapatkan uang dari tanaman hias ini harus bergerak cepat. Bergerak cepat di sini berarti Anda harus membeli, memelihara, dan menjualnya secepat mungkin. Proses penjualan mungkin sesuatu yang perlu Anda terapkan segera. Karena jika tidak bisa menjual tanaman hias ini maka waktu bisa membuat harga tanaman ini tidak sepadan lagi.

“Yang penting barang yang sudah dibeli tidak terlalu lama untuk langsung dijual, mumpung masih trending. Karena trend sukanya tidak mudah diprediksi kapan akan berakhir,” kata Andi.

Modal Jangan Besar

Selanjutnya, cara mendapatkan uang dari janda bolong dan tanaman hias lain yang sedang populer saat ini adalah dengan tidak mengeluarkan modal yang terlalu banyak. Menurut Andi, sifat musiman modal besar pada tanaman hias ini memang berisiko mengalami kerugian.

BACA JUGA:  Berkenalan Dengan Short Selling, Apakah Short Selling dalam Investasi Saham?

“Harus bisa mengukur kapasitas modal, jangan sampai menghabiskan uang ‘menganggur’ untuk beli tanaman hias, maksimal 30 persen, karena ini musiman, sesuai tren, dalam jangka pendek. Jangan ‘stok’ banyak. Jangan beli banyak, nanti nggak trend lagi, rugi,” jelas Andi.

Perhatikan resiko kerugian

Seperti halnya bisnis atau investasi lainnya, tanaman hias ini juga memiliki risiko. Risiko kerugian yang bisa timbul dari tanaman hias ini sendiri adalah kematian tanaman sebelum dijual. Jika ini terjadi, kerugian akibat matinya tanaman ini bisa mencapai 100 persen dari modal. Disinilah anda yang ingin mendapatkan uang dari janda atau tanaman hias lainnya perlu memiliki kemampuan dalam merawatnya.

“Pelajari juga cara merawatnya, penyiraman minimal berapa, paparan sinar matahari, pemupukan, dan lain-lain, misalnya risiko dicabut anak-anak,” jelas Andi.